test

test

Dipublikasi di kesehatan buatan, Olahraga | Meninggalkan komentar

SMS FREE

not support

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Tarung Derajat Mission

Heroes Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Dipublikasi di category TD mission, Uncategorized | Meninggalkan komentar

Tarung derajat

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Daftar Satlat Tarung Derajat

Daftar Satlat Tarung Derajat

JAKARTA SELATAN :
1. Satlat Tebet
Jamlat : Selasa-Jumat jam 19.00.
Alamat: GOR Tebet Timur, Jl. Tebet Timur Dalam 3.
Pelatih: Kang Rifi.

2. Satlat GMSB Kuningan
Jamlat : Selasa-Jumat pukul 19.00.
Alamat: Jl. HR Rasuna Said, Kompleks Pasar Festival Kuningan
Pelatih: Kang Budiman.

3. Satlat Bulungan.
Jamlat : Selasa-Jumat pukul 19.00.
Alamat: GOR Bulungan samping SMU 70, Jl. raya Bulungan, Blok M.

4. Satlat UIN Syarif Hidayatullah.
Jamlat : Jumat pukul 14.oo-18.00 .
Alamat: Jalan Ciputat Raya, kompleks kampus UIN .
Pelatih: Kang Nobon.

5. Satlat Atmajaya.
Alamat: kampus UNIKA ATMAJAYA , Jl. Jenderal Sudirman, samping Plaza Semanggi.

6. Satlat SGA.
Jamlat: Sabtu-Minggu pukul 07.00 .
Alamat: Kompleks SCBD, samping Jak TV, belakang Polda Metro Jaya.
Pelatih: Kang Jono.

JAKARTA PUSAT :
1. Satlat Cempaka Putih.
Jamlat: Selasa-Jumat pukul 19.00.
Alamat: GOR Judo Cempaka Putih, samping R.S Islam Cempaka putih , deket Yarsi, Sumur Batu .
Pelatih: Kang Jono.

2. Satlat Monas.
Jamlat: Selasa-kamis pukul 07.00.
Alamat: Kompleks Monas , ring tinju.
Pelatih: Kang Jono.

JAKARTA TIMUR :
1. Satlat Jasa Marga.
Jamlat: Rabu-sabtu. Rabu pukul 16.00. Sabtu pukul 07.00. Alamat: Kompleks Jasa Marga Ceger, seberang TAMINI SQUARE , taman mini.
Pelatih: Kang Sugeng.

2. Satlat Yonkav 7/Panser Khusus Kodam Jaya .
Alamat: Kompleks Kopassus Cijantung . Jalan R.A fadillah .

JAKARTA BARAT :
1. Satlat Trisakti .

2. Satlat Harco Mangga Dua.
Jamlat: Sabtu-minggu pukul 07.00.
Alamat: Kompleks pertokoan Harco mangga dua.
Pelatih: Kang Jono.

DEPOK:
1. Di Daerah Universitas Pancasila :
Jamlat : Sabtu Jam 07.00
Area Parkiran
Pelatih Bang res[alamatnya di pintu Kukel UI, tanya aja ama tukang ojek yang mangkal di sana, warung bang Res – pelatih tarung drajat -pasti pada tau kok

2. DHEA Fitness
Jamlat :????[masih lum tau]
Jln Nusantara- Daerah Pasar-tanya aja ama ojeg-an

BEKASI:
1. Satlat mastergym
Jamlat: Sabtu jam 19 & Minggu jam 4 sore
Alamat: Jl. Sultan Agung Bekasi fly over kranji

2. Satlat gedung juang tambun
Jamlat: kamis waktu :19.00-21.00, minggu waktu :16.00-18.00

3. Satlat banisaleh
Jamlat: selasa waktu : 16.00-18.00, sabtu waktu : 16.00-18.00

BANDUNG:
1. Satlat Tarung Derajat Pusat
Jamlat: Senin & Kamis 19.00-21.00
Alamat: Jl. Antabaru V no 2, Margacinta Buah Batu
Pelatih: Sang Guru Muda Kang Badai, Guru Muda Kang Rimba, Teh Dara

2. Satlat Universitas Katolik Parahyangan
Jamlat : Selasa jam 7 malam, Kamis jam 4 sore
Alamat : Jl. Ciumbuleuit 94, Bandung
Pelatih : Kang Mul

3. Satlat Institut Teknologi Bandung
Jamlat :
Alamat :

4. Satlat Universitas Pendidikan Indonesia
Jamlat :
Alamat :
Pelatih : Kang Hartadi

5. Satlat Universitas Widyatama
Jamlat : Hari Selasa dan Jumat jam 16.00-maghrib
Alamat : Jln. Cikutra No. 204A

6. Satlat Universitas Langlangbuana
Jamlat :
Alamat :

7. Satlat Universitas Padjajaran
Jamlat :
Alamat :

8. Satlat GGM
Jamlat : minggu (pagi jam 7) dan kamis ( malam jam 7)
Alamat : jl. merdeka bandung (pinggir BIP)

9. Satlat SMKN 2
Jamlat :
Alamat : Jl. Ciliwung no.4

10. Satlat UNJANI Bandung
Jamlat : Rabu 19.00 Minggu 07.00
Pelatih : Teh Rina & Kang Ridwan

11. Satlat Ahmadyani (gor koni)
Jamlat : Rabu jam 7 malem & minggu jam 7 pagi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Bela diri Tarung Derajat

Bela Diri Tarung Drajat

namanya “Tarung Drajat/Boxer” nah mungkin kalo denger bela diri ini anda sekalian mungkin belum terlalu tahu atau malah tidak pernah tahu nah sekarang saya pengen kasih tau deh tentang bela diri ini dengan lengkap cekidot!
sejarah bela diri Tarung Drajat Mari mengenal profile pendirinya dulu
nama asli nya adalah Guru Haji Achmad Dradjat, beliau lahir dari pasangan Bapak dan Ibu H.Adang Latif dan Hj.Mintarsih pada tanggal 18 Juli 1951 di Garut, Bandung.
beliau mulai dipanggil dengan sebutan “Aa Boxer” dan kini bergelar “SANG GURU TARUNG DERAJAT”
Berawal dari pengalaman yang tidak menyenangkan dan perjuangan hidup yang keras, AA Boxer panggilan akrab dari Drs. Achmad Drajat selalu mencoba untuk mempertahankan diri dari segala bentuk perkelahian yang kerap dialaminya pada masa muda dahulu.
Memang menurutnya pada tahun 1960 an, di lingkungan tempat tinggalnya, AA Boxer sering mendapat tekanan-tekanan yang pada akhirnya terjadi bentrokan secara fisik. Tempat tinggalnya yang terbilang rawan pada masa itu, selalu menjadi tempat perkelahian antar kelompok, bahkan dirinya menjadi ikut terlibat, bukan AA Boxer yang memulai, tetapi timbul dari keadaan yang terpaksa.
Pengalaman hidup yang selalu tidak menyenangkan ini telah membekas pada dirinya. “Dari bosan kalah itulah timbul niat untuk menciptakan beladiri”, Akhirnya ia mencoba menciptakan teknik-teknik beladiri yang praktis untuk dapat mengangkat kembali kehormatan dirinya agar tidak selalu menjadi bulan-bulanan lawannya yang bertubuh besar.
Setelah ditelaah ternyata dalam perkelahian yang selalu dialaminya, ia menemukan 4 unsur gerakan, yaitu memukul, menendang, menangkis/mengelak dan membanting. Dalam benaknya timbul, “Kalau ingin menang dalam berkelahi harus mempunyai cara untuk memukul, menendang, menangkis/mengelak, dan membanting sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain”.
Dari sini diproses, karena pada dasarnya tangan dapat digerakkan secara alamiah sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya. Semangat dan ketekunan telah membentuk dirinya menjadi mahir untuk membela diri.
Kematangan dalam beladiri semakin bertambah tatkala ada orang yang dengan sengaja ingin mencoba dan mengajak beradu fisik. Bahkan memberanikan diri untuk melindungi orang yang merasa tertindas atau disakiti oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Sejak itu, beberapa pemuda berdatangan ingin mempelajari ilmu beladiri yang dimilikinya. Pada saat inilah panggilan dan julukan AA BOXER mulai melekat pada dirinya. Awalnya, AA Boxer tidak berkeinginan untuk mengajari orang untuk beladiri. Ia menciptakan beladiri hanya untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai jurus/gerakan yang baku, tetapi karena beberapa orang tetap memaksa untuk diajarkan beladiri, mulailah mereka diberikan pelajaran ilmu beladiri hasil jerih payahnya. Ini terjadi pada tahun 1968 yang pada saat itu, AA Boxer baru berusia 18 tahun.
Bela diri alamiah “Tarung Derajat murni hanya mengolah fisik saja !”, tegasnya. Diakuinya, memang tidak ada unsur mistik yang digunakan untuk menambah kekuatan. Berlatih fisik secara rutin dengan suatu teknik yang sudah diramu dan disesuaikan dengan teknik beladiri ciptaannya, namun tidak bertujuan untuk membentuk badan seperti atlet binaraga.
Berlatih fisik untuk beladiri berarti juga berlatih napas, dan ini terjadi secara alamiah, tidak ada latihan pernapasan secara khusus. Memang dianjurkan kepada para anggotanya untuk selalu menyempatkan diri berlatih fisik dan teknik setiap hari selama 1 sampai 2 jam. Karena menurutnya untuk membentuk fisik menjadi kuat, otot dan daging menjadi pejal memerlukan latihan yang keras, disiplin yang tinggi dan dilakukan terus-menerus, sehingga diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, kekuatan dan percaya diri menjadi meningkat.
kita masuk ke Bela Diri Tarung Drajat
tingkatan di Bela diri ini adalah PUTIH > HIJAU > HIJAU strip 2 > BIRU > BIRU strip 2 > MERAH >MERAH strip 2 > HITAM (kalo sabuk item keatas namanya “zat”)
sama dengan bela diri lainnya Tarung Drajat juga ada UKT(Ujian Kenaikan Tingkat)nya
pertama2 para peserta UKT harus di suruh lari dulu gan nah abis disuruh lari para peserta bakalan di uji teknik2 yang udh mereka pelajari
sekarang ane mau ksh tau anda tentang salah satu keunikan dari bela diri ini yaitu dalam kostumnya/seragamnya
kostum yang mereka pakai ini berbeda2 disetiap tingkatannya, pada sabuk PUTIH – HIJAU strip 2 mereka memakai baju lengan panjang. Pada sabuk BIRU – HITAM mereka mempunyai 2 pilihan yaitu baju lengan pendek atau baju lengan ga panjang ga pendek yang dalam pemilihan itu ada keunikan tersendiri
Liat baju lengannya ada yang panjang ama yang pendek, nah kalo pilih yang pendek artinya kita harus wajib dan siap mengikuti tarung(fighting) di setiap saat maka dari itu mereka yang memakai baju lengan pendek disebut “PETARUNG” nah kalo memilih baju ga pendek ga panjang,mereka ga wajib mengikutin tarung (fighting) tapi mereka harus wajib mengetahui teknik2 yang ada jadi sama2 berat
nah ada lagi nih keunikan dari bela diri ini kalau setiap diperintah oleh pelatih (ex: duduk gerak,bubar jalan,berdiri gerak) nah setelah diperintah begitu mereka harus mengucapkan “BOX” nah baru de dilakuin
dalam bela diri ini mempunyai moto yang memang keren dan patut diikuti yaitu:
“Kami Ramah Bukan Berarti Takut Kami Tunduk Bukan Berarti Takluk”
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Tentang AA BOXER

Tarung Derajat – AA Boxer

 0 Comments dan 0 Reactions


 

Badan tegap, padat, berotot kekar ternyata tidak hanya dimiliki oleh atlet olahraga binaraga atau body building, ini juga hampir terlihat pada semua penekun olahraga beladiri Tarung Derajat. Bentuk latihan beladiri yang telah berhasil diciptakannya mampu membentuk fisik secara prima, badan kekar dan kuat untuk dididik menjadi insan beladiri yang berhati nurani lembut.

Berawal dari pengalaman yang tidak menyenangkan dan perjuangan hidup yang keras, AA Boxer panggilan akrab dari Drs. Achmad Drajat selalu mencoba untuk mempertahankan diri dari segala bentuk perkelahian yang kerap dialaminya pada masa muda dahulu. Memang menurutnya pada tahun 1960 an, di lingkungan tempat tinggalnya, AA Boxer sering mendapat tekanan-tekanan yang pada akhirnya terjadi bentrokan secara fisik. Tempat tinggalnya yang terbilang rawan pada masa itu, selalu menjadi tempat perkelahian antar kelompok, bahkan dirinya menjadi ikut terlibat, bukan AA Boxer yang memulai, tetapi timbul dari keadaan yang terpaksa.

Begitu pula ketika bermain bola, kepiawaainnya memainkan kulit bundar di lapangan hijau acapkali membawa kesebelasannya keluar sebagai juara. Rupanya, ada beberapa orang yang tidak suka dengan kemahirannya, sehingga dirinya sering mendapat tekanan dan permainan kasar dari lawan dan akhirnya berbuntut pada perkelahian. Memang diakui tubuh fisiknya yang kecil selalu mendapat perlakuan tidak wajar dari lawannya yang bertubuh besar dan selalu berakhir dengan kekalahan.

Pengalaman hidup yang selalu tidak menyenangkan ini telah membekas pada dirinya. “Dari bosan kalah itulah timbul niat untuk menciptakan beladiri”, kata ayah dari dua anak ini. Akhirnya ia mencoba menciptakan teknik-teknik beladiri yang praktis untuk dapat mengangkat kembali kehormatan dirinya agar tidak selalu menjadi bulan-bulanan lawannya yang bertubuh besar. Setelah ditelaah ternyata dalam perkelahian yang selalu dialaminya, ia menemukan 4 unsur gerakan, yaitu memukul, menendang, menangkis/mengelak dan membanting. Dalam benaknya timbul, “Kalau ingin menang dalam berkelahi harus mempunyai cara untuk memukul, menendang, menangkis/mengelak, dan membanting sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain”. Dari sini diproses, karena pada dasarnya tangan dapat digerakkan secara alamiah sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya. Semangat dan ketekunan telah membentuk dirinya menjadi mahir untuk membela diri. Kematangan dalam beladiri semakin bertambah tatkala ada orang yang dengan sengaja ingin mencoba dan mengajak beradu fisik. Bahkan memberanikan diri untuk melindungi orang yang merasa tertindas atau disakiti oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Namanya mulai dikenal sebagai sosok pembela orang yang lemah. Sejak itu, beberapa pemuda berdatangan ingin mempelajari ilmu beladiri yang dimilikinya. Pada saat inilah panggilan dan julukan AA BOXER mulai melekat pada dirinya. Awalnya, AA Boxer tidak berkeinginan untuk mengajari orang untuk beladiri. Ia menciptakan beladiri hanya untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai jurus/gerakan yang baku, tetapi karena beberapa orang tetap memaksa untuk diajarkan beladiri, mulailah mereka diberikan pelajaran ilmu beladiri hasil jerih payahnya. Ini terjadi pada tahun 1968 yang pada saat itu, AA Boxer baru berusia 18 tahun.

Dari beberapa orang, kemudian menyebar dan tumbuh cukup pesat, seperti bola es yang menggelinding makin lama makin besar. Timbul pemikiran untuk membentuk suatu wadah perkumpulan yang mempunyai nama, lahirlah beladiri itu secara ilmiah dari nama panggilan sehari-hari, AA BOXER.  Tepatnya tahun 1972, beladiri yang diciptakannya kini sudah memiliki nama. Perjalanan mengajar dan melatih, tumbuh berkembang sampai timbul permintaan untuk mengajar di daerah lain. Renungan dari pengalaman hidup yang diderita dan dijalaninya dengan penuh kesabaran dan tawakal telah menjadikan dirinya tegar dan menumbuhkan rasa percaya diri serta menanamkan keyakinan yang semakin mantap. Perlahan-lahan ditata dan ditinjau kembali teknik dan gerakan yang sudah diciptakan, sehingga kian hari beladiri yang lahir secara alamiah ini mulai menemukan bentuknya. Teknik-teknik yang diyakininya sudah baik mulai dibakukan. Konsepnya untuk menciptakan beladiri yang praktis dan efektif sudah semakin nampak jelas. Semuanya diilhami dari 4 unsur gerakan perkelahian, yaitu memukul, menendang, menangkis/mengelak, dan membanting. Menurutnya, sudah kodrat-Nya gerakan-gerakan fisik tersebut ada pada setiap insan manusia yang mutlak bukan milik dari suatu aliran ilmu beladiri lain.

Kedewasaannya yang ikut terbina dengan baik telah menbentuk dirinya untuk selalu berfikir positif, nama perkumpulan beladiri AA Boxer terkesan berbau asing  dan juga seakan bertentangan dengan idealisme bangsa Indonesia. Menurutnya, beladiri yang telah diciptakan lahir di bumi Indonesia, karena itu nama perkumpulan beladirinyapun harus berasal dari bahasa Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan keinginannya untuk mendaftarkan olahraga beladiri ini masuk menjadi anggota KONI. Akhirnya berubahlah nama perkumpulan beladirinya menjadi TARUNG DRAJAT. Ini diambil dari  kata TARUNG yang artinya perkelahian, perjuangan untuk membela diri, sedangkan kata DRAJAT diambil dari namanya Achmad Drajat. Jadi, arti TARUNG DRAJAT adalah cara berjuang mempertahankan diri ala Achmad Drajat.

Pengetahuan fisik dan batin yang juga ikut dipupuk merasa dirinya seolah berkesan dikultus dari namanya. “Kalau kita memakai nama langsung, kita seolah-olah memiliki suatu hal yang sombong atau takabur, jadi nanti akan ada suatu pengkultusan, kita tidak mau dikultuskan oleh anggota”, demikian ujarnya ketika  menceritakan perubahan TARUNG DRAJAT menjadi TARUNG DERAJAT.  Artinya pun berubah menjadi Berjuang mempertahankan diri untuk mencapai suatu tingkat atau kehormatan, karena DERAJAT itu sendiri mempunyai arti tingkat atau kehormatan.

Hasil usaha dan perjuangan yang sebelumnya tidak pernah disangka akan menjadi seperti ini akhirnya tumbuh dan berkembang. Apalagi setelah masuk menjadi anggota KONI pada tahun 1998. Ditunjang oleh semangat dari murid-muridnya, Keluarga Olahraga Tarung Derajat atau yang lebih dikenal dengan KODRAT telah menyebar di 20 propinsi di Indonesia, dan juga sampai ke negara-negara lain khususnya Asia Tenggara.

Beladiri yang diciptakan ini memang murni hanya melatih beladiri secara fisik saja, tidak ada unsur lain. Gerakan teknik beladiri yang praktis dan efektif yang dikembangkan ini tidak pernah secara khusus untuk bisa beladiri dengan senjata. Walaupun demikian diajarkan juga cara untuk menghadapi lawan yang menggunakan senjata. “Apakah dapat dikatakan insan beladiri, jika ada orang yang membawa senjata yang bukan bagian dari tugasnya ?”, begitulah prinsipnya, “Sebab insan beladiri adalah orang yang ingin menciptakan hidup tenang dan selamat” , tambahnya lagi.

Beladiri Alamiah

“Tarung Derajat murni hanya mengolah fisik saja !”, tegasnya. Diakuinya, memang tidak ada unsur mistik yang digunakan untuk menambah kekuatan. Berlatih fisik secara rutin dengan suatu teknik yang sudah diramu dan disesuaikan dengan teknik beladiri ciptaannya, namun tidak bertujuan untuk membentuk badan seperti atlet binaraga. Berlatih fisik untuk beladiri berarti juga berlatih napas, dan ini terjadi secara alamiah, tidak ada latihan pernapasan secara khusus. Memang dianjurkan kepada para anggotanya untuk selalu menyempatkan diri berlatih fisik dan teknik setiap hari selama 1 sampai  2 jam. Karena menurutnya untuk membentuk fisik menjadi kuat, otot dan daging menjadi pejal memerlukan latihan yang keras, disiplin yang tinggi dan dilakukan terus-menerus, sehingga diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, kekuatan dan percaya diri menjadi meningkat.

Kejadian pada masa perkelahian dahulu telah melahirkan teknik beladiri yang terbentuk secara alamiah. Gerakan tangan, kaki, dan juga anggota tubuh lainnya bersumber dari gerakan-gerakan yang biasa dan alamiah dilakukan oleh setiap orang, namun diasah lagi dengan kemasan teknik beladiri berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang pernah dialaminya. Hingga terbentuklah beladiri Tarung Derajat dengan teknik beladiri yang praktis dan efektif. “Yang namanya praktis adalah tidak neko-neko”, tuturnya. Menurutnya lagi, tidak ada latihan untuk menahan napas, atau belajar agar menjadi kuat terhadap air raksa atau juga harus kuat terhadap pukulan besi, “Kalau orang lain bisa, harus kita akui”, begitu komentarnya dengan tetap menghargai yang lain.

Setiap anggota Tarung Derajat sudah biasa terdidik secara keras, dengan porsi latihan yang keras, targetnya adalah untuk mencapai dan membentuk anggotanya mempunyai kelembutan hati nurani. Dengan menjadi petarung, perilaku hidup akan menjadi terkendali. “Tidak boleh anggota Tarung Derajat melakukan tindakan yang berlebihan, karena akan mendapat hukuman yang berat”, tegasnya ketika mengakhiri pembicaraan.

Sumber : Majalah  Seni Beladiri DUEL No. 02

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar